Faris dan tiga lelaki lain diranjang permainan seks

by  |  06-Sep-2016 17:59

Dia seperti layangan yang diterbangkan angin, didekati menjauh, dijauhi mendekat. Tadi pun saat aku bangun, tidak terdengar komentar istriku karena dia sedang terlelap tidur setelah semalaman dia menemani anakku bermain playstation.

Bedanya waktu di SMA dahulu, aku tidak terlalu tertarik dengan hal-hal seperti seks dan wanita, karena saat itu konsenterasiku lebih terfokus pada masalah akademisku.

Bakat playboyku mulai muncul setelah aku menjadi seorang kepala rumah tangga.

Dengan tergesa kubuka bajuku dibantu mertuaku hingga aku sudah bertelanjang bulat. Kami pun melakukan pemanasan sekitar 10 menit dengan permainan oral yang nikmat di batangku, sebelum kemaluannya kutusuk dengan batangku. 30 menit berlalu, ibu mertuaku sudah sampai pada puncaknya sebanyak 2 kali. Aku khawatir jika batangku ini masih saja bangun sementara hari sudah mulai pagi. Aku bingung mendengar ucapannya, tapi kubiarkan aktivitasnya itu sambil terus mendesah-desah nikmat. Melihat itu, aku pun protes, ”Lho, bu, aku khan belum keluar? ”Sabar sayang, kita lanjut di kamarku saja yuk” katanya mesra. Aku memang khawatir hubunganku di pagi ini akan ketahuan istriku, tapi persetanlah..sera-sera. Tanganku juga ikut aktif merabai, meremasi bibir kemaluan dan menusuki lubang anal ibu mertuaku.

1 kali dalam posisi doggy, 1 kali lagi dalam posisi berhadap-hadapan di dinding kamar mandi. Tiba-tiba ibu mertuaku menghentikan perbuatannya itu. Kelentitnya yang sudah membengkak karena rangsangan seksual kujilati, dan keremasi dengan gemas.

Kami sempat menjalin hubungan gelap setahun setelah aku menikah dengan Lilis, istriku.

Community Discussion